Showing posts with label Misteri. Show all posts
Showing posts with label Misteri. Show all posts

Sunday, 8 January 2012

Hantu Nenek Gayung, Cerita mistis yg ada di Jakarta


Kali ini gue mau cerita tentang cerita mistis yg akhir akhir ini lagi nyebar di sekitar jakarta, dan setan ini (mungkin sebenernya bukan setan sih) di panggil nenek gayung. Yap, sepintas namanya emang lucu, tapi setelah denger cerita ini mungkin lo bakal berubah pikiran  , begini ceritanya. Ohya btw, ada 2 versi yg gue tau, versi kasus sama versi yg gue denger dari rumor2.

Versi Kasus (diceritakan oleh: Sania): Waktu itu ada 2 orang laki laki naik motor, dia ngeliat nenek itu. Nenek itu berpakaian hitam dari atas sampai bawah, dan dia bawa gayung sama tikar. Lalu si 2 orang itu nyamperin nenek itu dan nanya "Nenek mau kemana?". Nenek pun menjawab "Nenek mau mati, nenek minta dimandiin nak" kata nenek itu. Setelah lama bercakap cakap, 2 orang itu pun mengantar si nenek naik motor. Setelah beberapa lama tiba2 motor itu jatoh! Warga pun mengerubungi motor itu, yg ada hanya si orang dan nenek nya udh ilang. Cuma yg bawa motor doang yg meninggal, yg satunya engga. Gitu ceritanya.

Iini versi rumor2. Jadi, di Jakarta skrg lagi dibangun Busway, dan si nenek itu ceritanya lagi cari tumbal buat pembangunan itu dan gue ga tau kenapa. Nenek itu muter2 di sekitar JakTim. Kalo kita ngobrol dengan si nenek itu, pada malam hari nya lo bakal dimandiin sama si nenek dan besoknya meninggal.

Well gue ga begitu pinter nyeritain, tapi buat , lo lo yg ada di Jakarta, be carefull ya, terutama yg disekitar JakTim.
sumber

Jembatan Angker yang Mengerikan


Jembatan yang terdapat di bawah tanah ini mungkin merupakan gambaran dari Khazad-dûm in the Mines of Moria,di mana Gandalf berhadapan dengan Balrog dalam film “The Lord of the Rings”.Jembatan ini adalah peninggalan bekas aktifitas penambangan bawah tanah di Inggris,dan terdiri dari jembatan kayu yang didukung oleh rantai besi berkarat yang dibawahnya tebing-tebing terjal yang siap memangsa kita.
Berani gan, lewatin jembatan ini???




jembatan anker













sumber :http://www.kaskus.us

Bukti Keberadaan Alien pada Benda-benda Kuno

Ada sejumlah besar bukti Aliens terlibat dalam sejarah kita dari lukisan, gulungan, patung, seni, dan cerita-cerita yang kembali ke tanggal awal rekaman paling awal kita sebagai orang-orang di planet ini. Beberapa yang paling terkenal dari karya-karya seni seniman besar sering menggambarkan UFO alien berbeda dan situs paranormal lain yang hanya dapat menjelaskan kunjungan alien tetenga kita.
UFO di lukisan- Madonna dengan Saint Giovannino

Ini adalah lukisan berjudul "Madonna dengan Saint Giovannino" sebuah lukisan dari sekitar abad ke-15 kemungkinan besar dilukis oleh Domenico Ghirlandaio. Lukisan menggambarkan Maria ibu Yesus melihat ke bawah, sementara di latar belakang Anda dapat melihat gambaran yang jelas tentang apa yang tampak sebagai sebuah UFO terbang di atas, sementara seorang pria di atas blok birai matahari dengan tangannya dan menatap benda terbang aneh di langit .
UFO di Lukisan- The Baptism of Christ


Ini adalah lukisan berjudul "Baptisan Kristus" dilukis tahun 1710 oleh Aert de Gelder. Ada banyak UFO aneh dan makhluk Alien dalam seni kuno tetapi tidak sejelas yang satu ini. Anda lihat di langit sebuah pesawat ruang angkasa tak diragukan lagi menyinari Kristus. Hal ini dapat ditafsirkan sebagai Tuhan atau Godly menjadi seperti Malaikat namun kemiripan dengan kerajinan Common ruang UFO atau piring terbang menciptakan banyak keraguan bahwa itu bukan merupakan sinar Tuhan.

UFO pada French Jeton
Jenis uang logam digunakan untuk Jeton fiqure sistem moneter rumit dan mungkin telah digunakan dalam substitusi sah dalam permainan. Khusus ini Jeton dari perancis 1680 menunjukkan apa yang tampak sebagai sebuah UFO terbang di udara dan bahkan lebih menarik prasasti dalam bahasa Latin diterjemahkan menjadi "Ini di sini pada waktu yang tepat".
UFO di lukisa- The Crucifixion
Hanya berjudul "Penyaliban" oleh seniman yang tidak dikenal pada tahun 1350, lukisan ini menggambarkan dua UFO terbang dalam Penyalipan Kristus. Aliens aliens itu terbang di bagian kanan atas dan sudut kiri lukisan itu.
Mahluk Alien Aneh Di lukisan

Lukisan Jepang Dengan UFO-1803
Ini adalah lukisan UFO sangat menarik dari Haratonohama, Hitachi, Jepang pada tahun 1803. Ada sebuah buku yang ditulis tentang itu bahwa kata "dan awak kapal asing" terlihat di pantai Haratonohama, Hitachi, Jepang, dan bahwa kapal itu terbuat dari logam dan kaca dengan tulisan-tulisan aneh di atasnya. Ini adalah lukisan penampakan dari piring terbang menyerupai kapal angkasa.
UFO Terlihat Ketika Perang- 776


Lukisan Besar ini berasal dari sebuah naskah dari abad ke-12 disebut Annales Laurissenses. Hal ini dikatakan pada Sigiburg pengepungan kastil di Perancis, di mana Saxon telah mengepung Prancis dan hendak mengambil alih benteng ketika Flaming Shields melayang di atas gereja. Sachsen berpikir bahwa Prancis dilindungi oleh makhluk-makhluk ini dan melarikan diri. Peristiwa ini terjadi pada tahun 776 dan telah didokumentasikan dengan baik.

Kepala Besar Memanjang- alienkah?

Sementara banyak patung kuno mengatakan ini tidak lebih daripada rambut wanita, itu bisa sangat baik menjadikan mahluk asing sebagai figur dan bagaimana mereka aktif dalam peradaban kita pada saat itu.

Lukisan Musa Menerima 10 Perintah Alah dengan UFO di Udara
Sudah lama berbicara tentang bagaimana Aliens mengunjungi planet ini sejak lama dan membantu memajukan peradaban dan menuntun umat manusia ke dalam masyarakat kita hari ini. Jika memang Musa menerima sepuluh perintah dari Aliens kuno kemudian banyak titik devine Alkitab dan masa lalu dengan mudah bisa dijelaskan. Lukisan ini dari laci kayu sebuah meja yang disimpan di Earls D'Oltremond di Belgia.
Patung Kuno Astronot Alien Ekuador

Sebuah karya seni yang menarik yang ditemukan di Ekuador dari apa yang tampak sebagai laki-laki atau berada di suatu jenis baju ruang angkasa. Lihatlah kemiripan dengan baju ruang angkasa yang dikenakan Astronot sekarang.
UFO Di lukisan Penyaliban - abad ke 17

Sebuah Fresco (yang adalah sebuah lukisan yang dilakukan pada langit-langit atau dinding) di Cathedral di Mtskheta Svetitskhoveli jelas menunjukkan di latar belakang lukisan ini dari dua crusifixtion piring terbang seperti benda dan jika Anda memperbesar wajah Anda dapat melihat pada gambar. Aneh ....
Kapal Belanda Melihat UFO- Lukisan 1660

Dari karya-karya Laksamana Blaeu dalam literatur "Theatrum Orbis Terrarum" Lukisan ini menunjukkan sebuah pertemuan yang terjadi ketika dua kapal Belanda terlihat dua benda berbentuk cakram di langit saat berlayar di atas laut.
Patung UFO Inca Kuno

Patung dari Inca kuno, yang jauh lebih maju daripada peradaban lain yang serupa waktu itu dari segi waktu dan lokasi, berbentuk dua piring terbang. Tidak diragukan lagi, Inca berada di dekat kontak dengan Aliens jika Anda melihat ada khususnya matematika dan astronomi ada grafik dan kalender yang diikuti lebih dari sekedar bulan dan / atau matahari.
Lukisan Dua Aliens
Ini adalah gambar yang indah dari dua orang asing di zaman kuno membuktikan keberadaan ada aliens di antara umat manusia pada saat itu.
Aliens Dan Bayi hibrida
Dalam Seni Patung ini Anda dapat melihat apa yang dilakukan Aliens untuk membuat generasi baru. Dalam pelukan makhluk berkepala besar ini adalah bayi kecil yang menyerupai campuran antara ras manusia dan ras alien.
Sinar Lampu UFO - "The Annunciation" 1486
Dalam Lukisan menakjubkan ini disebut "Kabar Sukacita" dari 1486 oleh Carlo Crivelli. anda melihat gambar menakjubkan cahaya UFO dari atas dan orang-orang dengan wajah berseri-seri menuju sebuah bangunan dan melihat melalui jendela. Sebuah sungai dari Allah atau pesan dari beberapa tempat di luar langit.
Memperdebatkan objek terbang

Sebuah gambar dari Sastra perancis "Le Livre Des bonnes Moeurs" oleh Jacques Legrand. Sebuah buku Dari Perancis 1388. Beberapa berspekulasi bahwa itu adalah sebuah balon tetapi selama rentang waktu itu tidak ada perangkat seperti itu belum.
Kunjungan UFO-08/17/1783 Pada 9:45 pada malam hari di teras Windsor Castle empat orang menyaksikan sebuah benda aneh di langit. Tampaknya berjalan horisontal dengan cakrawala dan bentuk disk. Di bawahnya muncul sebuah bola yang aneh melesat ke timur dan kemudian ke barat selatan menerangi cahaya yang megah yang menerangi seluruh tanah di bawahnya. Ini adalah sketsa dari apa yang terlihat malam itu oleh Thomas dan paul Sandby dua orang yang menyaksikan penampakan itu.Semoga menambah wawasan kita semua

Misteri Vampir Pertama Dunia

Sava Savanović dikatakan telah tinggal di Watermill tua di sungai Rogačica di desa Zarožje, kota Bajina Basta.Dikatakan bahwa watermill itu ia gunakan untuk membunuh dan minum darah dari para penambang dan pekerja pabrik.


Meskipun ia biasanya dikatakan sebagai vampir Serbia pertama, ada klaim bahwa ada vampir sebelumnya dalam cerita rakyat Serbia, Petar Blagojevic dari Veliko Gradište, yang meninggal pada 1724.Petar Blagojevic dan affairnya menjadi perhatian Eropa pada saat itu, di bawah nama Peter Plogojowitz, dan merupakan salah satu contoh awal dari histeria vampir.

Dari beberapa dekade yang lalu sampai hari ini, Watermill milik keluarga Jagodić dan biasanya disebut "Jagodića vodenica" ('s Watermill Jagodići).

bangunan itu berfungsi sampai akhir 1950-an . dan Baru-baru ini pabrik ini menjadi tempat wisata dan juga ada wisata atractions di Valjevo dan desa-desa di dekatnya.



DALAM BUDAYA

Sava Savanović muncul di devedeset godina Posle cerita (Setelah Sembilan Tahun) yang ditulis oleh penulis realis Serbia Milovan Glišić, dan dalam film thehorror Leptirica terinspirasi oleh cerita ini.

Ia juga muncul dalam Novel Strah i njegov sluga (Ketakutan dan Hamba-Nya)ditulis oleh Mirjana Novakovic). Leptirica (Serbia Cyrillic: Лептирица, terjemahan-Butterfly Dia adalah mantan Yugoslavhorror 1973 TV film berdasarkan kisah Setelah Sembilan Tahun yang ditulis oleh penulis Serbia Milovan Glišić. Leptirica dianggap salah satu mantan Serbia Yugoslavia dan dengan film horor papan atas.

Adegan pembukaan menunjukkan miller tua di sebuah pabrik dan suara-suara aneh yang berasal dari hutan.
Sementara ia tidur batu kisaran tiba-tiba berhenti bekerja dan makhluk mirip manusia aneh dengan tangan hitam dan gigi yang panjang dan kuku menggigit lehernya.

Sumber:http://isidunia.blogspot.com/2011/12/legenda-vampir-pertama-di-dunia.htm

Saturday, 7 January 2012

Misteri Setan Yang Menyerupai Teman Sekamar

Hallo pembaca, saya Rachel. Saya ingin bercerita tentang setan penunggu kost yang bisa merubah wujud menjadi salah satu penghuni kost di tempat saya tinggal dulu. Sekitar tahun 2010-2011 (sudah lupa), saya tinggal di kost dekat kampus. Saya gambarkan dulu ya kondisi kost saya yang dulu.


Bangunan kost ini sudah lama, lembab, dan kotor. Tempat yang disukai makhluk halus. Tapi karena dekat sekali dengan kampus, dan saat itu saya belum punya kendaraan pribadi, maka saya tetap memilih untuk tinggal disitu. Total kamar kost ada 27 kamar, tiap 2 kamar mendapat 1 kamar mandi bersama. Kamar genap berhadapan dengan kamar ganjil. Saat itu saya menempati kamar no. 7 bersama dengan 1 orang teman (1 kamar untuk 2 orang, ukuran kamar 5x6 meter) bernama Maya. Kejadiannya seperti ini...

Selasa malam, sepulang dari kuliah, saya menemukan Maya sedang menonton TV sendirian di ruang tengah (letak TV tepat di depan pintu kamar kami). Kost saat itu lengang. Saya tanya dia "Kemana yang lain?", dia jawab tidak tahu. Akhirnya saya masuk kamar dan mengganti baju. Sampai jam 10.30 malam saya dengar TV masih nyala. Saya intip dari jendela kamar yang menghadap ke ruang tengah, ternyata Maya masih menonton TV sendirian. Karena saya sudah mengantuk, saya bicara dari pintu kamar ke Maya kalau saya mau tidur duluan. Teman saya hanya menjawab iya tanpa menolehkan kepalanya.

Malam itu saya tiba-tiba terbangun. Pandangan mata saya langsung tertuju ke jam di atas meja belajar di sudut kamar. Saat itu jam 2.50 pagi. Lalu pandangan mata saya beralih ke arah tempat tidur Maya yang ada di samping saya. Saat itu Maya tiduran sambil berselimut kain jarik/kain corak batik dari ujung kaki hingga hampir menutupi leher, posisi tidur terlentang dengan tatapan mata kosong ke langit2 kamar. Saya bingung menyaksikannya.

Lalu saya duduk di tepi kasur dan bertanya "Ada apa?". Dia menoleh sekilas dan menggelengkan kepala. Setelah itu membalikkan badannya membelakangi saya. Saya tidak habis pikir, apakah saya bikin salah dengan dia? atau dia sedang sakit? atau ada masalah? Akhirnya saya kembali tidur, mengingat akan ada kuliah jam 7 pagi.

Jam 5.30 alarm jam saya bunyi. Saya terbangun dan terkejut karena melihat kasur teman saya sudah rapi. "Aneh??!!" pikir saya. Saya sentuh kasurnya ternyata dingin, seperti tidak ada yang menggunakan semalam. Namun saya masih mencoba untuk tidak berpikir macam2. Saat saya hendak keluar, ternyata pintu kamar terkunci. Kami memang diberikan kunci masing2 oleh pemilik kost, tapi semalam kamar memang tidak saya kunci karena saat itu Maya masih menonton TV. Kenapa sekarang terkunci? apa saya lupa atau... aah, lebih baik saya kesampingkan pikiran aneh. Saya pun berangkat ke kampus.

Sepulang dari kampus, saya melihat teman saya Maya sedang membaca majalah di kursi ruang tengah. Lalu saya tanya "Tadi pagi kenapa sikapmu aneh? bukannya tidur malah liat ke atap. Trus pagi2 udah kabur dari kamar. Emang kamu kemana? kamu marah sama aku?". Maya hanya bengong dengan pertanyaan saya. Dia cuma menjawab "Aku dari semalam tidur di kamarnya Emma. Kamar aku kunci dari luar karena kamu lupa kunci pintu. Emma takut tidur sendirian, jadi aku temani. Emang ada apa sih? kok pertanyaanmu aneh banget."

Giliran saya yang bengong. Astaga... berarti semalam itu saya tidur dengan setan yang menyerupai teman saya...

Sekian. Terima kasih sudah mau membaca kisah saya ini

Sumber : http://iqbalblogger.blogspot.com/2011/12/kisah-misteri-setan-yang-menyerupai.html

Petak Umpet Gaib dari Jepang yang Super Horor!

Anda prnah bermain Jelangkung? Ritual boneka kayu yang sarat akan kekuatan ghaib dimana para pemainnya mengundang roh untuk datang, setelah makhluk halus itu masuk pada benda tersebut biasanya pemain akan menanyakan hal-hal yang ingin diketahuinya. Itulah Jelangkung, permainan khas Indonesia yang diwariskan nenek moyang kita sejak dahulu kala. Namun Kali ini kami tidak membahas Jelangkung melainkan membahas ritual serupa tapi tak sama yang berasal dari negeri Sakura “Jepang”.

Ritual ini sebenarnya digunakan di Jepang untuk berkomunikasi dengan roh yang bergentayangan untuk berbagai keperluan, dan boneka digunakan sebagai pengganti tubuh manusia sebagai media.

Penting: Segala apapun yang terjadi atas ritual ini adalah tanggung jawab Anda masing-masing secara pribadi.
Begini cara bermainnya:
Alat dan Bahan:
- Sebuah boneka dengan bagian tubuh lengkap (kepala, 2 kaki dan 2 tangan)
- Beras (secukupnya untuk mengisi boneka hingga penuh)
- Jarum dan benang merah
- Benda tajam (pisau, gunting, pecahan kaca juga boleh )
- Secangkir penuh garam (usahakan garam alami)
- Tempat sembunyi
Persiapan:
- Keluarkan semua kapas dlm boneka, lalu masukkan beras hingga penuh
- Potong sedikit kuku anda dan masukkan kedalam boneka bersama beras, lalu jahit boneka tsb dengan jarum dan benang merah.
- Isi bak mandi dengan air.
- Letakkan secangkir air garam ditempat bersembunyi.
Mari masuk kebagian serunya;
Langkah-langkah:
1. Beri nama boneka tersebut(apapun asal jangan nama anda sendiri)
2. Ketika tepat pukul 3 pagi, katakan pada boneka “___(nama anda sendiri) yang pertama jaga.” tiga kali.
3. Pergi ke kamar mandi dan letakkan boneka kedalam bak mandi yang berisi air.
4. Matikan semua lampu dirumah, lalu pergi ke tempat anda bersembunyi dan nyalakan televisi*.
5. Hitung dari satu sampai sepuluh dengan mata tertutup, lalu kembali ke kamar mandi dengan benda tajam.
6. Ketika sudah sampai, katakan kepada boneka “Aku menemukanmu ___(nama boneka).” Lalu tusuk boneka tersebut dengan benda tajam.
7. Setelah itu bilang “Kamu yang jaga berikutnya, ___(nama boneka).” dan letakkan kembali boneka ke bak mandi.
8. Lari, sekali lagi lari menuju tempat bersembunyi dan bersembunyilah.
PENTING: JANGAN HENTIKAN RITUAL DITENGAH JALAN, RITUAL INI HARUS DILAKUKAN SAMPAI AKHIR!
Cara menyelesaikan:
- Masukkan setengah air garam kedalam mulut ( jangan diminum )
- Keluar dari tempat persembunyian dan cari boneka tadi ( Note: jika ritual ini berhasil, maka boneka itu tidak akan ada di kamar mandi )
- Jika sudah ketemu, siram boneka tersebut dengan garam yang tersisa di cangkir, dan siram juga dengan air garam didalam mulut anda.
- Katakan “Aku menang” tiga kali.
Hal ini seharusnya mengakhiri ritual.
Setelah semua selesai, keringkan dan bakar boneka tadi.
Hal penting lainnya:
- Jangan keluar rumah sebelum ritual berakhir.
- Matikan SEMUA lampu ketika ritual berjalan.
- Tetap diam ketika bersembunyi
- Ingat, jika anda tinggal bersama dengan orang lain, orang itu mungkin akan secara tidak langsung berpartisipasi dalam ritual ini.
- Jangan teruskan ritual lebih dari satu atau 2 jam.
- Untuk amannya, sebaiknya buka semua kunci didalam rumah, dan suruh beberapa teman untuk berjaga didekat rumah.
- Usahakan membawa handphone ditangan kalau-kalau terjadi sesuatu.
- Jika anda bersembunyi tanpa air garam kemungkinan anda akan bertemu dengan “sesuatu yang bergentayangan” di sekitar anda.
Keterangan lain:
1. Alasan kenapa harus menyalakan televisi ketika bersembunyi adalah karena televisi dapat berfungsi sebagai “radar” untuk mendeteksi kehadiran “sesuatu” disekitar.
Video ini menjelaskan apa yang terjadi ketika ritual sudah berjalan selama 40 menit.

Friday, 6 January 2012

Misteri Salam Ahmad Dhani

Tanpa sengaja Ahmad Dhani membuka sendiri kepada publik ihwal kehamilan seseorang yang kini tengah menjadi istrinya dan kini tengah hamil. Memang pentolan grup band Dewa ini tidak menyebut siapa nama sang istri, namun dugaan itu mengarah kepada Mulan yang kini terlihat perutnya membuncit.


"Yah untuk istri saya yang lagi hamil semoga diberi kelancaran" kata Dhani saat menjadi bintang tamu acara program musik Dahsyat, yang ditayangkan secara live di RCTI, Kamis (3/1/2011).

Sejatinya saat itu Ahmad Dhani diminta untuk mengucapkan salam kepada pemirsa Dahsyat oleh Olga dan Rafii Ahmad, sebagai host. Tetapi, justru Dhani menyampaikan salam spesial untuk istrinya yang tengah hamil.

Dengan spontan Rafi dan Olga menimpali ucapan salam Ahmad Dhani . "Oh salam untuk wanita hamil yang pakai cadar itu yah," ujar Olga dan Raffi diiringi tawa khas.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Dhani dengan bandnya The Rock Indonesia', menyanyikan dua lagu, 'Sedang Mikirin Kamu' dan 'Dua Sejoli'.Usai acara, Dhani langsung berlalu tanpa mau dikonfirmasi mengenai ucapannya di dalam acara Dahsyat itu. "Saya nggak mau wawancara," papar Dhani bergegas menaiki mobilnya, Alfhard B 1 RCR.

Seperti diketahui, Ahmad Dhani dikabarkan telah menikah siri dengan Mulan Jameela.dan kini, Mulan diisukan tengah berbadan dua. (Deva)
sumber

Wednesday, 4 January 2012

Demi Anaku aku Kawin dengan Genderuwo

Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan! Pepatah ini kiranya cukup pas untuk menggambarkan betapa kerasnya perjuangan Retno Kumala (46), si pemilik kisah Catatan Hitam kali ini. Demi masa depan kedua anaknya, ia nekad memilih jalan hidup yang mungkin sangat sulit dijelaskan dengan nalar. Ia rela kawin dengan genderuwo. Ini ia lakukan bukan semata-mata karena ia mendambakan hidup bahagia dengan limpahan harta dari suaminya yang berasal dari dunia gaib tersebut. Namun, sekali lagi, ia melakukannya demi masa depan kedua anaknya yang telah lama ditinggal pergi oleh ayahnya.



Tapi, bagaimana kenyataan selanjutnya yang harus ia hadapi? Kepada Pengasuh rubrik kesayangan ini Retno Kumala mengisahkan Catatan Hitam hidupnya itu secara lengkap. Selamat mengikuti…!

Kehidupan rumah tanggaku pada awalnya sangat bahagia. Suamiku, Warijo, seorang pria yang sangat bertanggungjawab. Ia juga ayah yang baik dan sangat menyayangi ketiga anaknya.

Suatu saat kami harus pindah dari Surabaya ke Palembang. Maklum saja, ketika itu Mas Warijo dimutasi ke kantor cabang perusahaan tempatnya bekerja dengan posisi dan jabatan, juga gaji yang tentu saja jauh lebih baik. Semula kami berharap akan mendapatkan kehidupan yang lebih bahagia lagi di tempat baru ini, namun justeru di Kota Empek Empek inilah kepahitan itu berawal.

Ya, tragedi itu bermula dari vonis kanker otak terhadap anak ketiga kami Bambang Prihandoko, yang ketika itu baru berumur 3,5 tahun. Kenyataan ini sungguh memukul batinku, juga batin suamiku. Sejak si bungsu divonis mengidap kanker otak, kulihat Mas Warijo sering melamun seorang diri. Memang, dibanding kedua anaknya yang lain, Mas Warijo jauh lebih menyayangi si bungsu, sebab sejak bayi merah anak ini memang sering sakit-sakitan sehingga membutuhkan perhatian ekstra dari kami. Mungkin karena itulah tumbuh kasih sayang yang sangat besar dari kami berdua, terutama Mas Warijo yang pernah menyebut Bambang sebagai “anak yang akan memiliki banyak keajaiban,” sebab ketika aku mengandungnya Mas Warijo mengaku sering bermimpi ditemui seorang kakek bersorban putih mirip sosok wali, yang menitipkan anak padanya. Namun, mimpi hanyalah mimpi. Kenyataan tetap berbicara lain.

Meski biaya pengobatan si kecil ditanggung oleh Asuransi Kesehatan (ASKES) dari perusahaan tempat Mas Warijo bekerja, namun karena penyakit yang diderita oleh Bambang relatif langka dan sulit disembuhkan, maka usaha kami membawanya berobat ke berbagai rumah sakit ternama di Kota Palembang sepertinya hanya sia-sia saja. Bila sedang kumat si kecil Bambang sering jatuh pingsan, dan kami tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya membawanya ke rumah sakit untuk sekedar mendapatkan penangangan gawat darurat.

Kami hampir putus asa menghadapi keadaan si bungsu. Puncaknya, pada musim libur hari raya Idul Fitri di tahun 2005 silam, kami sekeluarga memutuskan mudik ke kampung halamanku di Wonogiri, Jawa Timur. Disamping ingin berlebaran bersama keluarga, rencananya kesempatan ini juga akan kami gunakan untuk mencari cara alternatif guna mengobati penyakit Bambang.

Manusia hanya bisa berencana, sedang Tuhan juga yang menentukan. Itulah yang terjadi. Seminggu setelah tinggal di rumah orang tuaku untuk menikmati liburan, dan sebelum sempat kami membawa Bambang berobat secara alternatif, ternyata Tuhan telah memanggilnya lebih dulu. Bambang menghembuskan nafas terakhirnya dalam gendongan ayahnya.

Kepahitan ini terjadi hanya 3 hari setelah hari raya Idul Fitri. Betapa berdukanya kami sekeluarga karena kepergian Bambang jatuh pada hari yang semestinya penuh dengan kabahagiaan. Apalagi malam harinya Bambang masih sehat dan bermain-main dengan kami. Baru menjelang subuh ia pingsan setelah lebih dulu kejang karena menahan sakit pada kepalanya, sampai akhirnya ia tak kuat lagi melawan rasa sakit itu.

Kepergian si bungsu sungguh merupakan kehilangan yang teramat besar bagi kami. Sebagai ibu yang merawatnya sejak masih dalam kandungan, sudah barang tentu sulit bagiku untuk mengikhlaskan kepergiannya. Mas Warijo pun sepertinya merasakan hal yang sama. Namun sebagai lelaki ia sudah pasti jauh lebih kuat jika dibandingkan denganku. Buktinya, walau masih dalam kedukaan, karena masa liburan yang sudah habis, maka itu setelah selamatan tujuh hari kepergian Bambang, Mas Warijo kembali ke Palembang untuk melakukan rutinitasnya sebagai seorang karyawan sebuah perusahaan swasta. Sementara itu aku sendiri lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah orang tuaku. Demikian pula dengan kedua anakku yang ketika itu baru duduk di kelas satu dan dua SMP. Mereka tetap tinggal di Wonogiri, bahkan karena kedekatan dengan kakek dan neneknya kedua anakku ini memilih pindah sekolah.

Sejak kepergian si bungsu, hari-hari yang kulalui terasa sangat hampa. Berat pula bagiku untuk kembali ke Palembang mengingat kedua putra dan putriku juga enggan untuk menyusul ayahnya pulang ke sana. Kerana keadaan ini pada akhirnya aku pun lebih memilih tinggal di Wonogiri. Suamiku cukup mengerti dengan pilihanku ini. Ia tahu pasti kalau kondisi jiwaku masih sangat labil.

Lima bulan berlalu sejak kematian si bungsu, Mas Warijo masih rutin mengirimi kami uang untuk biaya hidup setiap bulannya. Di bulan ke 6 sesuatu yang tak pernah kuduga sebelumnya terjadilah. Kiriman uang dari Mas Warijo tak kunjung tiba sesuai jadwal biasanya. Mendapati kenyataan ini, kucoba menghungunginya lewat ponsel miliknya, tapi ternyata mailboks. Ketika kukontak lewat telepon kantor, pihak resepsionis malah mengatakan kalau Mas Warijo sudah mengundurkan diri sejak sebulan lalu.

Berita ini benar-benar membuatku pusing tujuh keliling. Mengapa Mas Warijo mengundurkan diri dari pekerjaan dengan tanpa terlebih dahulu meminta pendapatku, atau setidaknya memberitahuku? Apa yang telah terjadi dengannya? Mengapa ia begitu berani mengambil keputusan yang sedemikian gegabah? Apakah ia sudah mendapatkan pekerjaan lain yang jauh lebih menjanjikan?

Setumpuk pertanyaan itu tak pernah kudapatkan jawabannya, sebab sejak kuterima berita itu Mas Warijo seolah telah menghilang dari jagat raya ini. Tak pernah secuilpun kudengar kabar tentang dirinya. Berulang kali kuhubungi nomor ponselnya, namun yang kudengar hanya suara operator yang mengatakan bahwa nomor tersebut tak dapat dihubungi.

Betapa kecewa hatiku, sebab Mas Warijo pun sama sekali tak pernah mengontakku walau hanya sekejap saja.

Kemana perginya Mas Warijo? Tak ada seorang pun yang bisa menjawabnya. Ia telah pergi tanpa pesan. Meninggalkanku dengan dua orang anak yang masih membutuhkan biaya hidup yang sangat besar, terutama untuk pendidikannya.

Di tengah keputusasaan aku bertemu dengan sahabatku semasa SMA dulu. Sebut saja namanya Yulianah. Waktu itu aku sangat surpraise melihat keadaan Yulianah yang sepertinya sudah jadi orang sukses. Ia bisa nyetir sendiri mobilnya yang bagus dan sangat mewah menurutku. Tak hanya itu, ia juga sudah menyandang gelar sebagai seorang Hajjah, dan ia nampak cantik sekali dengan balutan busana muslimah.

Bagaimana ceritanya sampai kehidupan Yulianah bisa berubah dengan sedemikian drastis? Padahal, aku tahu persis bagaimana asal-usul sahabatku ini. Ia lahir dari keluarga petani yang sangat miskin. Bahkan sewaktu sekolah dulu ia sering menunggak SPP, dan kalau jajan di kantin sering kali aku yang mentraktirnya.

Melihat Yulianah yang sudah hidup senang, terus terang saja aku merasa sangat iri padanya. Sahabatku ini seolah-olah bisa membaca perasaanku. Buktinya, seminggu setelah bertemu dengannya, ia mengundangku datang ke rumahnya.

Ketika aku sampai di rumahnya, kekagumanku padanya semakin besar saja. Bagaimana tidak? Kulihat rumah Yulianah yang megah dan cukup mewah menurut ukuranku.

“Kemana suamimu, Yul?” tanyaku ketika itu saat melihat suasana rumah yang sepi.

Yuliana tersenyum sambil menyuguhkan cemilan di hadapanku. “Aku sudah 5 tahun menjanda, Ret!” katanya.

Mendengar jawabannya, aku merasa sedikit tak enak hati. Namun, Yulianah sepertinya tidak merisaukan pertanyaanku barusan. Nyatanya ia segera menyambung penjelasannya.

“Suamiku selingkuh, jadi kupikir mending bercerai saja. Lagi pula, sekarang ini keadaanku sudah cukup mapan. Karena itu meski mantan suamiku sering meminta ingin kembali, tapi dengan tegas selalu kutolak. Apalagi kedua anakku juga sudah besar. Mereka tidak pernah menanyakan Bapaknya. Ya, beginilah kehidupanku, dan aku merasa cukup bahagia meski tanpa suami. Oya, bagaimana keadaanmu rumah tanggamu, Retno?”

Karena ditodong pertanyaan seperti itu, akhirnya tanpa tedeng aling-aling kuceritakan bagaimana porak-porandanya keluargaku. Sebagai sahabat, sepertinya Yulianah sangat tersentuh mendengar ceritaku.

Ia berkata setelah menyimak ceritaku, “Aku ini tetap sahabatmu, Retno. Karena itu aku juga ingin melihat hidupmu bahagia. Masalahnya, apakah kau mau melakukan solusi yang akan kuberikan, dan apakah kau akan mempercayainya?”

“Seperti apa solusi yang kau tawarkan itu, Yul?” aku balik bertanya.

“Kau harus kawin dengan genderuwo!”

Betapa terkejutnya aku mendengar jawaban dari mulut mungil sahabatku ini. Bagaimana mungkin Yulianah yang sudah menyandang titel sebagai seorang Hajjah itu sampai tega hati menawarkan solusi sesat itu padaku?

Seolah bisa membaca keterkejutanku, Yulianah buru-buru menyambung ucapannya sambil tersenyum, “Kau jangan buru-buru berpikiran negatif! Kau pasti menyangka ini semacam pesugihan bukan? Sama sekali tidak, Retno! Menurutku ini halal. Kau akan dinikahkan dengan makhluk itu secara Islam. Selama kau menjadi isterinya, genderuwo itu akan menafkahimu secara lahir dan batin. Bila kau sudah merasa punya cukup modal, kau bisa bercerai dengannya. Dan yang paling penting, ritual ini tidak ada tumbal macam-macam. Asal kau tahu saja, aku bisa seperti ini juga kerana melakukan ritual itu. Setahun lalu aku minta cerai sebab aku sudah merasa punya cukup modal untuk berusaha sendiri. Genderuwo itu bersedia menceraikanku, dan sekarang hidupku tenang sebab aku juga bisa menjalankan ibadah.”

Setelah mendengar penjelasan Yulianah seperti itu, akupun mulai tertarik untuk mengikuti jejaknya. Terlebih lagi kehidupan saat itu memang sangat susah. Bapakku yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga sudah berhenti bekerja\ karena penyakit diabetes yang merongrong tubuhnya. Belum lagi aku juga harus memikirkan biaya sekolah dan masa depan kedua anakku. Walau bagaimana pun mereka harus terus sekolah dan kuliah sampai ke perguruan tinggi.

Dengan kedua alasan tersebut akhirnya aku meminta Yulianah untuk mengantarkanku ke rumah “orang pintar” yang katanya sudah biasa memandu ritual kawin dengan genderuwo itu.

Singkat cerita, Yulianah mempertemukanku dengan Ki Badrowi, sebetulah begitu, paranormal yang biasa mengawinkan manusia dengan genderuwo. Setelah mendengarkan penjelasan tentang keinginanku yang disampaikan oleh Yulianah, Ki Badrowi mengaku bersedia membantu. Namun aku diminta untuk mempersiapkan semua kelengkapannya, seperti Apel Jin dan berbagai sarana lain untuk selamatan ritual perkawinan itu nantinya. Yulianah bersedia membantuku menyaiaokan semua keperluan ini.

Benar juga kata Yulianah. Ritual perkawinan itu memang seperti halnya prosesi perkawinan dalam aturan hukum Islam. Artinya, ada saksi, penghulu, wali, pengantin, dan juga ijab kabul, bahkan juga mas kawin berupa cincin emas seberat 1 gram. Untuk wali langsung diwakilkan kepada Ki Badrowi, sebab ayahku memang tidak mungkin bisa dihadirkan. Jadi, dalam prosesi pernikahan itu Ki Badrowi bertindak sebagai wali sekaligus penghulunya.

Karena mempelai lelaki tak bisa dilihat oleh mataku, maka proses ijab kabul pun sangat janggal menurutku. Sama sekali tidak ada ucapan akad nikah, meski kemudian wali dan saksi langsung mengesahkannya.

Yang juga terasa aneh, setelah prosesi pernikahan selesai, Yulianah berbisik di telingaku, “Suamimu itu tampan sekali, Retno. Kau beruntung mendapatkannya!”

Tampan? Bagaimana mungkin Yulianah mengatakan ini padaku, padahal aku sama sekali tidak melihat keberadaan suamiku itu. Apakah memang Yulianah bisa melihat perwujudannya sehingga ia berkata demikian?

Aku tak tahu pasti. Yang jelas, aku meyakini kalau Yulianah hanya membohongiku. Buktinya, aku mengalami ketakutan yang teramat sangat ketika di malam Jum’at Kliwon itu suamiku gaibku datang dan ingin menjalankan kewajibannya di malam pertama. Memang, sesuai dengan pesan Ki Badrowi, malam pertamaku dengan suamiku yang genderuwo itu akan dimulai persis pada malam Jum’at Kliwon. Dan, menurut paranormal itu, setelah menjalankan kewajibannya di malam pertama, maka suamiku itu akan memberikan nafkah materinya berupa tumpukan uang dalam jumlah yang lebih dari mencukupi.

Persis di malam Jum’at itu kebetulan di kampung tempatku tinggal sedang ada orang hajatan dengan hiburan musik dangdut. Kedua anakku sejak sore sudah minta ditemani nonton. Karena ada niatan khusus, sudah tentu aku menyuruh mereka pergi nonton sendiri-sendiri. Yang tinggal di rumah ayahku yang terbaring sakit dan ibu yang selalu setia menemaninya.

Menjelang pukul 12 malam kedua anakku pulang, dan mereka tidur di kamar depan. Aku sendiri masih menunggu apa yang akan terjadi. Pintu kamar kukunci rapat-rapat, meski udara malam itu terasa sangat panas dan gerah.

Sesuai dengan pesan Ki Badrowi aku sudah berdandan cantik dengan pakaian yang diaromai oleh minyak khusus pemberian dukun itu, yang baunya cukup menyengat. Aku tak ubahnya seperti pengantin perempuan yang sedang menunggu kehadiran sang pengantin pria untuk menikmati bulan madu.

Menjelang pukul satu dinihari masih tetap tidak terjadi apa-apa. Akupun mulai lelah menunggu. Sambil menahan kantuk kurebahkan tubuhku di atas ranjang. Ketika rasa kantuk sudah mulai menggayuti pelupuk mataku, antara sadar dan tidak aku dikejutkan oleh sesuatu yang terjadi di dalam kamarku.

Aneh sekali, sosok bayangan hitam sepertinya tiba-tiba muncul dari balik dinding. Beberapa saat kemudian bayangan itu semakin mempertegas wujudnya. Ya, seorang lelaki tinggi besar, berbadan hitam dan licin berkilat. Dan yang sungguh aneh, dia sama sekali tidak mengenakan pakaian walau sehelai benang pun.

Siapakah lelaki tinggi besar ini? Apakah dia genderuwo yang telah sah menjadi suamiku? Mengapa sosoknya sedemikian menyeramkan? Padahal, Yulianah bilang suamiku ini sangat tampan. Apakah Yulianah benar-benar sudah membohongiku?

Berbagai pertanyaan itu mendera batinku. Kulihat lelaki bugil itu berdiri sambil memandangi tubuhku. Kemudian pelan-pelan ia menunduk dan tangannya menyentuh pipiku. Aku bergidik dan berusaha berontak, namun anehnya seketika itu tubuhku berubah sangat kaku seperti terpasung oleh suatu kekuatan gaib.

Dengan sangat ketakutan aku hanya bisa pasrah menghadapi sentuhan makhluk itu. Setelah ia menyentuh pipiku, lalu ia mengendus aroma rambutku yang tergerai, lalu hidung dan bibirnya menjelar di permukaan pipi, hidung, bibir dan daguku.

Sejekap kemudian, lelaki menyeramkan itu seperti kalap. Tangannya yang kekar melingkar di sekujur tubuhku, hingga membuat nafasku semakin sesak. Bibirnya melumat bibirku, dan sepasang kakinya yang licin mengkilat itu mengapit kedua belah kakiku dan berusaha mengangkangkannya.

“Tolooong…!!” Aku ingin berteriak sekeras-kerasnya. Namun celakanya mulutku bagai tersumbat. Teriakanku hanya menggema di dalam rongga dadaku.

Tangan pria aneh itu semakin liar menggerayanghi tubuhku, sebelum akhirnya membuka bajuku dan melepaskan kain yang kupakai. Desah nafasnya yang memburu bagaikan sebuah kekuatan hipnotis yang membuatku hampir saja hilang kesadaran.

Tetapi, Tuhan menyayangiku. Dalam keadaan yang sangat kritis itu tiba-tiba saja mulutku berucap dengan lantang, “Astagfirullah…Allahu Akbar…Laa Khaula Walaa Kuwwata Illah Billah…!!”

Ya, sekali ini suara itu benar-benar keluar dari mulutku. Dan yang terjadi di hadapanku sungguh sebuah kenyataan yang sulit dimengerti.

Mendadak saja lelaki telanjang itu terpental dari atas tubuhku, sambil mengerang keras seperti seekor anjing yang terluka. Bersamaan dengan itu tubuhku yang semula kaku dapat digerakkan kembali. Spontan aku melompat dari tempat tidur sambil menjerit-jerit memuji kebesaran Allah.

“Laa Ilaaha Illallah…Allahu Akbar…Subhanallah…!”

Pujian-pujian itu keluar begitu saja dari mulutku, dengan suara yang lantang. Sama seperti kejadian semula, sosok makhluk itu mengubah wujudnya menjadi bayangan hitam lalu hilang seolah masuk ke dalam dinding.

Tak lama kemudian kedua anakku menggedor-gedor pintu sambil memanggil-manggil “mama”. Ketika pintu kubuka mereka langsung berhamburan memelukku dan langsung bertangisan.

“Apa yang terjadi, Ma?” tanya Angga, anak sulungku.

Aku hanya menggeleng-geleng sambil membiarkan air mataku mengalir deras membasahi sekujur wajahku. Sungguh aku tak kuasa menjelaskan semua ini kepada kedua anakku. Aku tak ingin melukai perasaan mereka. Aku tak ingin mereka menudingku telah melakukan kesesatan hanya karena tak tahan menanggung kesusahan hidup….

Siang setelah malamnya mengalami kejadian aneh tersebut, Yulianah datang menemuiku dan mengatakan kalau aku telah gagal dalam melakukan ritual.

“Biarlah kujalani kehidupan seperti ini, Yul! Aku tak ingin lagi melakukan ritual kawin dengan genderuwo itu,” kataku setelah mendengar penjelasan Yulianah.

Meski mengaku kecewa, namun Yulianah cukup mengerti dengan perasaanku. Sebagai sahabat, ia juga meminta agar aku tidak sungkan-sungkan meminta bantuan padanya bila aku memerlukannya. Namun sejujurnya, aku tak pernah berani meminjam uang kepada sahabatku ini walau dalam keadaan sesulit apapun. Ini semata-mata kulakukan karena aku takut sesuatu akan terjadi terhadap diriku.

Ketika kuputuskan mencurahkan kisah ini kepada Bung Prayoga Gemilang, tak terasa sudah hampir setengah tahun peristiwa itu berlalu. Walau begitu, aku masih mengalami perasaan traumatik, sebab bayangan lelaki alam gaib itu masih sering menghantuiku. Ia sering datang dalam mimpiku dan menagih malam pertamanya padaku.

Kenyataan tersebut sejujurnya membuat hidupku sangat tercekam. Karena itulah kumohon kepada Bung Prayoga agar memberikan doa atau amalan untuk menghilangkan keanehan ini. Dan aku juga ingin agar diberi kemudahan dalam mencari rezeki, sebab kini aku menjalankan usaha mengkreditkan barang kebutuhan rumah kepada para konsumen. Aku juga ingin Bung Prayoga menerawang jejak keberadaan suamiku. Semoga Bung Prayoga dapat memberikan solusi yang terbaik bagiku….

Tanggapan:

AMALAN DOA MAHA REZEKI

Pengalaman hidup Mbak merupakan pelajaran yang sangat berarti. Karenanya jangan pernah meningalkan untuk meminta perlindungan kepada Allah agar tidak tergelincir dan terhindar dari bujukan setan.

Ada beberapa kiat yang dapat kita lakukan agar usaha kita selalu lancar, antara lain: Memperbanyak membaca istighfar, rajin bersedekah. Memperbanyak jalinan silaturahmi. Isthiqomah melaksanakan solat dhuha. Tawakal dari segala urusan, dan senantiasa meningkatkan kualitas takwa serta selalu berdoa.

Nah, pada kesempatan yang berbahagia ini saat akan ijazahkan khusus buat Mbak sebuah amalan yang disebut dalam Ilmu Hikmah sebagai Doa Maha Rezeki. Doa ini telah dibuktikan dan diamalkan oleh para auliya dan sholihin terdahulu dalam rangka untuk menarik rezki yang banyak lagi halal (tentunya dibarengi dengan usaha lahiriyah), serta dijauhkan dari segala macam bentuk kemiskinan dan kepapaan.

Cara mengamalkannya:

1. Malam hari setelah shalat Isya’ atau lebih baik lagi pada tengah malam, lakukanlah salat hajat 2 rakaat atau 4 rakaat.

2. Bacalah salawat nabi ini sebanyak 1000x: ASSHOLATU WASSALAMU ‘ALAIKA WA AALIKA YA SAYIDI,
YA ROSULALLAH, AGITSNI SARI’AN BI’IZZATILLAH.
(Artinya: Rahmat serta keselamatan semoga tetap uhtukmu dan keluargamu, wahai junjungan kami, wahai utusan Allah, tolonglah aku segera dengan kemuliaan Allah).

3. Setelah itu bacalah doa ini dengan penuh kekhusukan sebanyak 7 kali atau lebih (Sebaiknya hitungan ganjil, karena Allah menyukai yang ganjil): BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM. ALLAAHUMMA ROBBANAA ANZIL ‘ALAINA MAA IDATAM MINAS SAMAAI TAKUUNA ‘IIDAN LI-AWWLAINAA WA AAKHIRINAA WA AAYATAN MINKA WARZUQNAA WA ANTA KHOIRUR ROOZIQIIN, ALLOOHUMMA IN KAANA
RIZQUNAA FIS SAMAA-I FA ANZILHU WA IN KAANA FIL MAAI WAL BAHRI FA ATHLFHU WA IN KAANA RIZQUNAA BA’IIDAN FAQORRIBHU WA INKAANA RIZQUNAA QOLIILAN FA AKTSIRHU WA IN KAANA RIZQUNAA
‘AASIRON FAYASSIRHU LANAA WALTANQULNAA ILAIHI HAITSU MAA KAANA BIFADHLIKA WUJUUDIKA WA-KAROMIKA BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN.
(Artinya: “Ya, Tuhan kami, turunkanlah atas kami makanan dari langit di mana (makanan itu) menjadi hari raya bagi orang-orangyang mendahului dan mengakhiri kami, serta menjadi bukti dari-Mu. Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang memberi rezki. Ya, Allah, apabila rezki kami berada di atas langit maka turunkanlah ia untukkami; dan apabila berada diperut bumi maka keluarkanlah ia untuk kami; dan apabila berada di dalam air atau di dasar lautan maka munculkan-lah ia untuk kami; dan apabila rezki kami itu jauh, maka dekatkanlah; apabila rezki kami itu sedikit maka perbanyaklah; dan apabila rezki kami itu sulit, maka mudahkanlah untukkami. Dan hendaknyamemboyongkami kepada rezki tersebut di mana ia berada, dengan kemurahan dan kemuliaan-Mu serta rahmat-Mu w.ahai dzat yang paling penyayang).

Lakukanlah Amalan Doa Maha Rezeki ini setiap hari secara tekun dan rutin sampai Anda benar-benar mendapat pertolongan Allah. Doa ini juga baik diamalkan ketika Anda sudah sukses. Insya Allah Anda tidak akan kembali terpuruk dalam kesulitan ekonomi.

Demikian panduan amalan Doa Maha Rezeki, semoga Mbak senantiasa mendapatkan pertolongan dari Allah. Khusus mengenai suami, saran saya bertawakallah kepada Allah. Sepertinya sulit untuk berharap dia akan kembali. Semoga bermanfaat…!
sumber

Bercinta dengan Hantu ( Kisah Nyata )



Cerita ini dikisahkan oleh seorang kenalan saya, seorang pria berusia hampir 60 tahun sebut saja namanya Pak Puspo. Pak Puspo ini sejak muda bekerja pada sebuah penginapan kecil yang lumayan ramai juga di Jl. Prawirotaman, Yogyakarta. Saya ketemu bapak ini pada tahun 2002, waktu itu saya bekerja di sebuah rumahsakit sebagai marketing. Tugas saya menjalin kerjasama dengan hotel-hotel dan penginapan yang ada di Jogja.

Pak Puspo mengisahkan sebuah cerita yang sangat menggairahkan namun sekaligus menegangkan. Kejadianya pada akhir tahun 70an atau awal 80an, saya agak lupa dan terjadi beruntun selama beberapa hari. Waktu itu beliau selain bertugas sebagai recepsionis atau penerima tamu pada siang hari juga sekaligus penjaga penginapan tersebut. Setiap malam beliau tidur di sebuah kamar di penginapan tersebut yang terletak agak di belakang. Penginapan tersebut dibangun entah tahun berapa, tapi sudah cukup tua.

Pada suatu malam kira-kira jam setengah satu, ketika badan sudah mulai letih, Pak Puspo beranjak ke kamar tidur untuk istirahat. Beliau merebahkan badan yang penat ke atas kasur yang cukup empuk dan nyaman, sebentar saja Pak Puspo udah sangat mengantuk. Karena capeknya Pak Puspo tidak sempat menutup pintu yang setengah terbuka. Antara sadar dan tidak Pak Puspo melihat sekelibat bayangan perempuan melalui celah pintu. Beliau ingat tamu perempuan yang menginap di sana berbadan agak gemuk, tapi yang dilihatnya perempuan yang tinggi semampai dan berambut sampai di atas pinggang. “Agak kaget memang, tapi saya tidak terlalu menggubris, saya lanjutkan tidur saya,” Pak Puspo bercerita dengan semangat.

Malam berikutnya Pak Puspo tidur sekitar jam duabelas malam, karena temannya yang menggantikan jaga di resepsionis tidak terlalu repot. Lagi-lagi pintu kamar dibiarkan setengah terbuka, setelah beberapa waktu merebahkan diri kembali ada bayangan perempuan seperti kemarin malam. Pak Puspo bertanya-tanya dalam hati siapa sebenarnya bayangan itu, namun Pak Puspo kembali tidak terlalu memusingkan diri. Beliau tertidur lelap sampai akhirnya terbangun karena merasa ada yang menyentuh kakinya. Dengan sambil tiduran beliau membuka mata, alangkah kagetnya beliau melihat sesosok wanita yang sangat cantik dengan rambut tergerai duduk di sebelah kakinya.

“Wajahnya cantik sekali mas, tapi memang agak pucat, baunya wangi sekali tapi wanginya halus gak menyengat,” beliau bercerita. “Wanita itu hanya tersenyum manis, kemudian pergi, anehnya saya nggak merasa takut sama sekali,” beliau menambahkan. Setelah itu akhirnya Pak Puspo tertidur lagi sampai pagi hari.

Malam ketiga Pak Puspo merasa penasaran dengan kejadian dua malam berturut-turut itu. beliau sengaja tidur agak awal, sekitar jam sebelas malam. Beliau menunggu sosok wanita itu datang lagi. Satu jam menunggu membuat Pak Puspo agak ngantuk, akhirnya dia tertidur juga. Pada sekitar jam satu malam beliau dibangunkan oleh sentuhan lembut pada kaki. Pak Puspo bangun dan melihat sosok perempuan yang kemarin menghampirinya. “Wanita itu tersenyum, kemudian dengan lembutnya memijit kaki saya,” kata pak Puspo. Lebih lanjut beliau bercerita, “Agak lama dipijit dan pijitannya enak sekali, saya belum pernah dipijit seenak ini. Saya diam aja karena memang bener-bener enak.” Setelah lama memijit, wanita itu tidur disamping Pak Puspo dan mulai membuat rangsangan layaknya suami istri sedang bercinta. Singkat cerita Pak Puspo dan sosok wanita itu melakukan hubungan badan. “Mas rasanya lain, nggak seperti dengan istri saya, ini sangat lembut, hangat pokoknya saya gak pernah mengalami kenikmatan ini sebelumnya,” beliau menjelaskan dengan semangat.

Kejadian ini berlangsung selama beberapa hari mungkin sampai lima kali, Pak Puspo sendiri juga lupa berapa kali beliau tidur bersama sosok wanita tersebut.
Suatu malam setelah kejadian itu, Pak Puspo menantikan saat-saat indah tersebut berulang kembali, namun apa yang terjadi?

Waktu itu sekitar jam setengah dua malam, beliau terbangun dan mencium bau yang sangat anyir, sangat tidak enak dan membuat mual. Beliau bangun, dan bertanya-tanya bau apakah itu, namun belum sempat terjawab, datang sosok besar hitam berbulu dengan mata merah menyala, kuku tangannya panjang-panjang, sangat menakutkan, “dia menunjuk ke arah saya,” kata beliau. Pak Puspo menyebut sosok itu sebagai Gandaruwo. Tanpa basa-basi Gandaruwo itu mencekik leher Pak Puspo, sampai gak bisa bernafas. Beliau bergumul hebat dengan mahkluk tersebut. Dengan spontan Pak Puspo berdoa memohon bantuan dari yang kuasa. Akhirnya Gandaruwo tersebut melepaskan tangannya dari leher Pak Puspo, mundur satu langkah, wajahnya masih menunjukan marah, lima detik kemudian Gandaruwo tersebut pergi dan hilang pula bau anyir itu.

Pak Puspo terduduk lemas di lantai, dan sebisa mungkin berdoa mengucapkan terima kasih pada Tuhan karena telah mengusir mahkluk itu. “Kalau tidak ada pertolongan Tuhan mungkin saya sudah nggak bisa bertemu mas dan menceritakan kejadian itu,” kata Pak Puspo menutup cerita.

Percaya atau tidak, cerita ini benar-benar dialami oleh sesorang dan diceriterakan sendiri kepada penulis.

sumber

Seram Pocongan itu Keluar dari Kuburan Baru



Semasa hidupnya pak Karto dikenal sebagai dukun yang cukup kesohor di desanya. Segala permasalahan hidup bisa di atasi dengan keahliannya dalam dunia supranatural itu. Tapi yang paling terkenal dia dapat julukan sebagai dukun santet. Banyak kliennya yang merasa puas dengan keahliannya itu. Konon sudah banyak orang yang berhasil ia santet hingga tewas sesuai permintaan pasiennya, para tetangga tidak bisa membuktikkan
klaimnya itu, yang jelas pasiennya tidak pernah sepi berkunjung ke rumahnya yang cukup mewah itu.

Usia pak Karto 80 tahun, tapi ia masih nampak gagah bila berjalan setiap pagi untuk melihat-lihat sawahnya yang cukup banyak itu. Mendadak saja di suatu pagi ada pengumuman lewat pengeras suara dari Masjid Al-Karim yang memberitakan bahwa pak Karto meninggal. Isyu pun berkembang bahwa pak Karto mati kena santet lawannya, tapi ada yang mengatakan bahwa pak Karto mati dengan wajar, bahkan terkesan begitu damai tak ada tanda-tanda kena guna-guna. Hari itu juga acara pemakaman dilaksanakan.

Makam di ujung desa yang sunyi menjadi tempat peristirahatan sang dukun santet itu. Banyak tumbuh pohon kamboja di pekuburan yang dikelilingi tembok setinggi satu setengah meter itu. Sementara di belakang kuburan terdapat sungai yang cukup deras airnya mengalir dan pepohonan bambu berjajar di sepanjang tepian.

Kuburan pak Karto tepat di bawah pohon Ketepeng yang cukup besar, dan itu pohon terbesar yang berada di kuburan tersebut. Saya ikut melayat bersama Petrus yang tetanggaan dengan pak Karto itu, karena kebetulan saya pas mampir ke rumahnya dan diajak sekalian melayat


“Kamu nanti malam ada acara tidak?” tanya Petrus di sela acara doa kubur itu.

“Tidak kemana-mana, paling di depan kompi buat baca-baca.” jawab saya pelan. “Memangnya ada apa?” tanya saya selanjutnya.

“Ssst nanti malam kamu menemani saya naik ke atas pohon itu.”

“Gila! Untuk apa?”

“Kita lihat saja nanti! Mau kan, asyik buat bahan menulis.”

Wah, peristiwa apa yang akan terjadi nanti? Hanya penasaran.com yang berada di kepalaku dan itu membuatku
menyetujui niat baiknya itu. Niat baik? Bah! Niat nggak karuan deh, tapi aku ingin tahu, itu yang membuatku deg-degan dan di pemakaman dan mendadak bulu kudukku meremang.

Jam 21.00 Petrus menelponku.

“Jadi nggak?”

“Lhah kamu jadi nggak?”

“Lhoh aku menunggumu!”

“Oke, saya berangkat sekarang!”

Saya pun segera mengeluarkan motor, mengenakan jaket kulit dan secepatnya memacu kendaraan ke rumah Petrus. Rumahnya masuk wilayah Sukoharjo yang cukup sunyi, walau sudah ada penerangan jalan. Tapi karena tadi ada hujan, suasana tampak semakin sepi, mungkin banyak yang lebih suka berada di rumah daripada keluar. Menuju rumah Petrus kalau malam begini terasa mencekam, mengingat ada suasana duka di desa tersebut.

“Masukkan saja motornya!” kata Petrus menyambutku.

“Wah tadi di sini hujannya deras banget ya?”

“Lumayan deras, tapi justru itu menguntungkan bagi kita.”

“Untungnya apa?”

“Nggak ada orang yang keluar buat ronda, kalo begini pada males.”

“Mau berangkat jam berapa?”

“Jam 23.00 saja, kita ngopi dulu saja. Sudah makan belum?” saya mengangguk.

Jam yang ditunggu pun tiba, Petrus mengenakan kopiah warna hitam, sementara saya juga sudah mempersiapkan dengan kopiah, maksudnya biar bisa untuk menutupi muka dan untuk mengurangi terpaan angin juga terhindar dari dengingan nyamuk.

“Kamu lepas saja sepatumu!”

“Lho memangnya kenapa? Kotor nggak masalah!” jawabku heran.

“Bukan masalah kotornya, kita NYEKER saja, soalnya nanti kita naik ke atas pohon Ketepeng biar tidak licin.” jawab Petrus sambil membawa tali plastik ukuran 10 mm warna hijau.

“Untuk apa?” tanyaku heran.

“Biar nggak jatuh!”

Akhirnya dengan berjalan kaki serta memintas jalan yang sepi, kami tiba di kuburan itu. Tidak begitu gelap, karena di pintu masuknya ada penerangan lampu bohlam 25 watt. Petrus yang jalan di depan langsung masuk tanpa permisi, menuju pohon besar itu. Ia sangat cekatan naik sampai atas, kurang lebih tinggi batangnya dari permukaan tanah 3 meteran.

“Ayo kamu naik, ikatkan tali ini biar aku bisa memegangimu!” katanya setengah berbisik. Dengan segera kuikatkan tali ke pinggangku, aku pun segera naik dengan susah payah. Nafasku ngos-ngosan. “Cepat ikatkan tali ini ke dahan biar nggak jatuh!” ujar Petrus lagi. Saya pun mengikatkan tali itu ke dahan yang sebelah atas. Ada dua dahan yang cukup besar di mana kami masing-masing berada. Saya liha Petrus memeluk dahan itu sambil memperhatikan suasana di bawah, saya pun melakukan hal yang sama.

Tepat di bawah tampak kuburan pak Karto masih segar dengan tumpukan bunga tujuh rupa, hawanya begitu khas. Ada juga tunas dari pohon pisang tergeletak bersama bunga-bunga itu. Batu nisan dari kayu menancap di dua ujung kuburan itu. Tiba-tiba terdengar lolongan anjing dari kejauhan, begitu menyayat dan mengerikan. Bulu kudukku merinding, kulirik si Petrus diam lekat memperhatikan situasi di bawahnya.

Tiba-tiba ada desau angin yang begitu kuat di sekitar kuburan ini, menerbangkan dedaunan dan pohon-pohon bambu bergesek menimbulkan suara yang cukup mencekam. Gemericik air sungai menambah seramnya malam ini. Sepertinya angin kencang itu berkumpul di atas kuburan sang dukun, bunga-bunga berterbangan tak tentu arah, bahkan ada yang ke atas menerpa kami berdua.

Lolongan anjing semakin sering, mendadak batu nisan itu bergerak seperti ada yang mendorong dari bawah. Mataku tercekat, semakin kuat tanganku memeluk dahan agar tak terjatuh, nafasku pun seperti tertahan, mataku tak berkedip akan apa yang kulihat ini.



Nisan itu bergerak miring ke kiri miring ke kanan. Tiba-tiba tanahnya terkuak. Lalu sebuah benda putih menjulur pelan-pelan, ternyata berbentuk kepala POCONG. Kepalanya yang sudah keluar itu memandang berkeliling seperti sedang mengintai sesuatu lewat keremangan malam. Sedikit demi sedikit mengulur-ulur tubuhnya hingga akhirnya keluar seluruhnya. Lalu Pocongan itu bergerak meloncat-loncat menuju ke arah sungai, ia meloncati tembok dan terjun ke dalam sungai. Kami berdua terus mengamati itu tanpa sehelai nafas pun keluar, saking tegangnya. Pocongan itu pun sudah tak kelihatan lagi, ia seperti ikut aliran air sungai itu, entah kemana?

“Trus…Petrus…..” bisik saya.

“Ssst, jangan berisik dulu, kita tunggu sebentar lagi.”

Dari detik ke menit hingga berjam-jam tak terasa kami masih berada di atas pohon. Pocongan itu sepertinya tidak kembali, sampai suara adzan Subuh bergema tak ada perkembangan selanjutnya. Petrus pun mengajak saya turun. Begitu sampai ke bawah kami semakin heran, kuburan sang dukun kembali utuh beserta bunga-bunganya, sepertin tak ada kejadian apa pun.Padahal kami berdua menyaksikan sendiri kuburan ini masih berlubang ketika sosok Pocong itu keluar. Apakah di dalamnya masih ada mayatnya? Entahlah!

“Malam jumat depan kita ke sini lagi!” ujar Petrus sambil menyalakan sebatang rokok dan keluar dari kuburan. Aku mengikutinya tanpa memberikan jawaban.
sumber

Tuesday, 3 January 2012

Inilah 9 Ritual Untuk jadi Titisan Suzanna


Mantan suami Suzanna, Clift Sangra menyebut ada 9 ritual yang harus dilakukan untuk menjadi titisan Suzanna. Ini dia 9 hal tersebut.

Almarhumah Suzanna Martha Frederika van Osch itu berkecimpung di layar lebar sejak tahun 50-an. Ia konsisten menjadi bintang film horor. Ia kemudian mendapat gelar Ratu Horor lewat film-film panas dan mistik yang dibintanginya.

Kini Julia Perez mencoba hadir sebagai "titisan Suzanna" lewat film produksi Multivision Pictures bertajuk 'Jupe Titisan Suzanna'. Menurut Clift tidak semudah itu. Baru berziarah ke makam Suzanna saja tidak cukup. Ada 9 tahap yaitu:

Pertama, memakan bunga melati sebanyak satu piring penuh. Suzanna selalu melakukan hal tersebut. Ritual ini masih dilakukan Suzanna setiap kali di lokasi syuting.

Kedua, memegang ular. Dalam artian, seseorang tersebut harus bersahabat dengan ular. Di setiap filmnya, Suzanna selalu tampil bersama ular. Kabarnya selama syuting, 70 persen ular tersebut selalu berada di pelukan Suzanna.

Ketiga, memakai baju hijau di pantai Parangtritis selama semalam suntuk. Masyarakat percaya, jika mengenakan baju hijau di pantai Parangtritis maka orang tersebut akan tertimpa hal buruk.

Keempat, puasa ngrowot. Puasa ini dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur hanya boleh memakan buah-buahan yang sama.

Kelima, puasa ngebleng. Jika seseorang melakukan puasa ngebleng artinya menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah atau kamar selama 24 jam juga melakukan aktifitas seksual.

Waktu tidur dikurangi. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Saat malam, tidak boleh ada satu cahaya pun yang menerangi kamar. Boleh meninggalkan kamar hanya untuk buang air saja.

Sayangnya ritual selanjutnya masih dirahasiakan Clift. Ia tak mau 9 ritual tersebut menjadi konsumsi publik.

"Kalau tahapan lainnya saya sudah persiapkan. Tetapi ini rahasia bagi umum dan tidak akan saya sampaikan ke media. Sudah saya siapkan ugo rampe-nya (perlengkapannya) segala," jelas Clift.

Clift pun membuka kesempatan untuk siapa saja yang ingin jadi titisan Suzanna termasuk Jupe. Ia siap memberikan 4 ritual lainnya.

"Sudah saya simpen di handphone saya (ritualnya) kalau memang Jupe sudah siap, saya sampaikan ke dia," ungkap Clift.

sumber 

Penampakan Sosok Raksasa di Pemakaman Kim Jong Il

Korea Utara (Korut) tampaknya memiliki pasukan yakni seorang pria tinggi 243 sentimeter. Pria itu berdiri di tengah-tengah pasukan Korut saat pemakaman Kim Jong Il.

Prajurit raksasa itu tampak berdiri di barisan belakang pasukan Korut. Foto tersebut merupakan hasil karya media Korut KCNA.



Beberapa pihak menilai, sosok raksasa itu adalah atlet basket Korut Ri Myung Hun, yang sering disebut dengan nama Michael Ri. Ri sempat bergabung dengan liga basket yang paling bergengsi di dunia, National Basket Association (NBA). Namun dirinya memutuskan untuk menetap di Korut. Ri juga sempat dinobatkan sebagai pria tertinggi di dunia. Demikian, seperti diberitakan Daily Mail, Sabtu (31/12/2011).

Beberapa pihak sempat mengklaim, rasa berkabung warga Korut palsu. Kantor Berita Jepang Kyodo, bahkan mengaku, memiliki foto prosesi pemakaman Kim yang serupa namun tidak sama dengan yang dirilis oleh KCNA.

Meski demikian, foto raksasa yang muncul di barisan pasukan Korut tampaknya tidak mengandung unsur rekayasa. Prajurit raksasa itu juga difoto dari berbagai sudut.

Identitas dari prajurit raksasa itu juga kian menjadi misteri. Banyak pihak yang saat ini mulai mempertanyakan identitas raksasa Korut itu.
 
sumber

Monday, 2 January 2012

Menguak Misteri Terselubung Werewolf

Selama berabad-abad banyak orang mengaku telah bertemu werewolf atau manusia serigala. Yang paling baru adalah pengakuan adanya manusia serigala pada tahun 2007. Berikut ini adalah pengakuan-pengakuan dari berbagai negara tentang kemunculan manusia serigala, bahkan ada yang mengaku sebagai werewolf itu sendiri.


Werewolf di Wittlich, Jerman (1988)
Sebuah kuil didirikan dekat kota Wittlich dengan kayakinan jika lilin kuil padam, manusia serigala akan kembali. Didekat Wittlich ada sebuah basis angkatan udara. Pada tahun 1988, beberapa polisi keamanan melewati kuil saat menuju basis pertahanan, dan mereka melihat bahwa lilin sudah padam. Mereka menyalakannya lagi, bercanda tentang hal itu. Kemudian pada malam hari alarm menyala, saat mereka memeriksanya, mereka mengklaim telah berhadapan dengan mahkluk legendaris, werewolf. Menurut mereka werewolf tersebut kabur melewati pagar yang tinggi.Siapa yang sedang beruntung, werewolf atau para pria? Keseluruhan cerita tentu akan berbeda jika werewolf tersebut memutuskan membuat sushi.

Werewolf di Perancis (1598)
Di Perancis pada tahun 1598, seorang pengemis yang dikenal sebagai Jacques Roulet dikurung di sebuah rumah sakit jiwa setelah mengaku melakukan pembunuhan dan memakan beberapa wanita dan anak anak... sebagai werewolf. Dia percaya dirinya dapat berubah menjadi mahkluk lain dengan bantuan salep pemberian orangtuanya. Jacques ditangkap setelah tubuh seorang remaja ditemukan sedang dimakan oleh dua orang serigala (saudara dan sepupunya, mungkin?). Pria yang menangkapnya menemukan Jacques hanya setengah berpakaian dan tangannya bersimbah darah.


Werewolf dalam Mitologi Yunani.
Kisah lain dari manusia serigala sering muncul dalam mitologi Yunani dimana Lycaon berubah menjadi manusia serigala setelah memakan manusia. Dalam pengetahuan Armenia, roh diyakini dapat menghukup perempuan tertentu untuk dosa berat yang dilakukannya dengan mengubah mereka menjadi manusia serigala selama 7 tahun. Menurut sejarawan kuno Herodotus, ada sebuah suku yang disebut Neuri yang berubah menjadi manusia serigala setahun sekali selama beberapa hari.

Di Wales pada abad ke-18 ada laporan serangan serigala pada ternak. Dan pada tahun 2007, manusia serigala itu terlihat dua kali di Stafford (Inggris). Manusia serigala tersebut digambarkan sangat besar, sangat tinggi, dan sangat berbulu. Berdiri di atas kaki belakangnya

Penjelasan Logis Keberadaan Manusia Serigala
Segala sesuatu yang kita tahu (atau kita kira kita tahu) tentang manusia serigala boleh dibilang berdasarkan desas-desus, mitos, kesalahpahaman, dan imajinasi berlebihan. Intinya, kebenaran bisa jauh lebih tidak menarik dan biasa saja. Taruhlah seorang penyihir menyatakan bahwa ia membuat kesepakatan dengan setan, yang bisa mengubahnya menjadi manusia serigala, dan semuanya tiba-tiba menjadi menarik, dan seisi desa pun terdorong untuk bergosip.



Hypertrichosis
Hal tersebut juga berlaku untuk kelainan medis Hypertrichosis di mana penderita ditumbuhi rambut dari ujung kepala hingga ujung kaki. Jika mereka ditempatkan pada abad 16 maka mereka akan dianggap sebagai manusia serigala. Namun ilmu pengetahuan telah mengungkap bahwa mereka sama saja dengan kita, kecuali bahwa folikel rambut mereka bekerja jauh, jauh lebih besar.

Terlepas dari kondisi mental/fisik ataupun perburuan penyihir, penjalasan logis yang lain adalah konsumsi biji-bijian yang terkontaminasi (dalam roti) yang membawa efek halusinasi jika dimakan dan membuat orang membayangkan mereka telah diserang oleh mahkluk berbahaya. Hal ini dikenal dengan keracunan Ergot, banyak orang menderita ini pada abad pertengahan. Itulah sebabnya manusia serigala lebih dikenal didataran Eropa, karena mereka mengkonsumsi roti. Orang Indonesia yang memakan ketela pohon mungkin akan melihat Genderuwo kalo keracunan ya... (just kidding)

Katakanlah manusia serigala benar-benar ada, dan beberapa orang benar-benar melihat mereka, berarti ada mahkluk di luar sana yang belum kita temukan. Bagaimana jika mereka tidak ada sama sekali? Ya, mungkin mereka besar, berbulu, menakutkan, dan melolong ke bulan, tapi bagaimana jika mereka bukan manusia serigala, melainkan anggota yang sangat terpencil dan langka dari kerajaan hewan? Ada beberapa hewan di luar sana yang terlihat sangat aneh dan menakutkan.

Sumber:http://www.autoblogsaya.com/2011/12/misteri-keberadaan-manusia-serigala.html